Rabu, 31 Oktober 2018

AGAR JIMAK BERPAHALA BANYAK DAN MENDAPATKAN KETURUNAN YANG SAALIH



        Islam adalah agama yang universal, relevan, indah dan menyenangkan. Semua persoalan kehidupan manusia diatur dalam Islam, bahkan masalah hubungan badan suami istri untuk memenuhi kebutuhan biologisnya memdapat parhatian istimewa dalam ajaran Islam, sehingga banyak nash dari al-Qur’an dan hadis berbicara tentang kebutuhan pokok keempat manusia ini setelah beragama, makan dan minum.
        Hubungan badan berupa jima’ yang dilakukan suami istri adalah sedekah yang benilai ibadah dengan ganjaran pahala melimpah untuk mereka. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Abi Zar al-Ghifari Rasulullah. Saw bersabda:
وَفِى بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ ». قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَأْتِى أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ قَالَ « أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِى حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِى الْحَلاَلِ كَانَ لَهُ أَجْرٌ
          Agar mendapatkan pahala yang banyak dari aktivitas jima’ ini, suami istri harus menjaga etika-etika bersenggama sebagaimana telah disusun oleh para ulama, berupa etika sebelum jima’, etika ketika sedang jima’ dan etika setelah selesai jima’.
1.   Membaca basmalah dan meniatkan jimak sebagai ibadah, agar terhindar dari zina, mendapatkan keturunan yang salih dan memperbanyak jumlah umat Islam.
Dalam sebuah hadis rasulullah. Saw bersabda:
مَنْ قَالَ بِسْمِ اللهِ عِنْدَ الْجِمَاعِ فَأَتَاهُ وَلَدٌ فَلَهُ حَسَنَاتٌ بِعَدَداَنْفَاسِ ذَلِكَ الْوَلَدِ وَعَدَدِ عَقِبِهِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
Artinya : “Barangsiapa yang membaca basmalah ketika akan melakukan senggama kemudian dari senggama itu dia dikaruniai seorang anak maka dia memperoleh pahala sebanyak nafas anak tersebut dan keturunannya sampai hari kiamat.
2.   Mendahului dengan bercumbu supaya hati isteri tidak tertekan dan mudah melampiaskan hasratnya. Sampai ketika nafasnya naik turun serta tubuhnyamenggeliat dan ia minta dekapan suaminya, maka pada waktu itu rapatkanlah tubuhmu ke tubuh isteri mu.
3.   Menjaga tatakrama pada waktu bersenggama. Maka janganlah menyutubuhi isteri dengan posisi berlutut, karena hal demikian sangat memberatkannya.Atau dengan posisi tidur miring karena hal demikian dapat menyebabkan sakit pinggang. Dan juga jangan memposisikan isteri berada di atas, karena dapat mengakibatkan kencing batu. Akan tetapi posisi senggama yang paling bagus adalah meletakkan isteri dalam posisi terlentang dengan kepala lebih rendah daripadapantatnya.Dan pantatnya diganjal dengan bantal serta kedua pahanya diangkat dan dibuka lebar-lebar.Sementara suami mendatangi isteri dari atas dengan bertumpu pada sikunya.Posisi inilah yang dipilih oleh fuqaha’ dan para dokter.
4.   Bertatakrama pada saat memasukkan dzakar. Yaitu dengan membaca ta’awudz dan basmalah. Disamping itu juga menggosok-gosokkan penis di sekitar farji, meremas payudara dan hal lain yang dapat membangkitkan syahwat isteri.
5.   bersenggama secara pelan-pelan dan tidak tergesa-gesa.
6.   Menahan lebih dulu keluarnya mani (ejakulasi) pada saat birahinya mulai bangkit menunggu sampai isteri mengalamil orgasme. Karena yang demikian dapat menciptakan rasa cinta di hati.
7.   Tidak terburu-buru mencabut dzakar ketika ia merasa isteri akan orgasme, karena hal itu dapat melemahkan ketegangan dzakar. Juga jangan mengeluarkan mani di luar farji karena dapat mengurangi kenikmatan istri.
8.   Membaca do’a:
باسم الله، اللهم جنبنا الشيطان وجنب الشيطان ما رزقتنا،
9.   Mebaca zikir dan do’a ketika mencium, mendekap dan seterusnya.

Dalam masalah ini para Ulama”memiliki urut-urutan yang mengagumkan, yaitu ketika suami akan menyetubuhiisterinya hendaknya terlebih dulu ia mengucapkan:

اَلسَّلاَمُعَلَيْكُمْ يَا بَابَ الرَّحْمنِ
Keselamatan atasmu wahai pintu rahman
Lantas isteri menjawab:
وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ يَا سَيِّدَ اْلأَمِيْنِ

“Keselamatan atas kamu pula, hai tuan yang dipercaya.”
 Selanjutnya suami meraih kedua tangan isterinya seraya mengucapkan:
رَضِيْتُ بِا للهِ رَبَّا
“Aku telah ridha Allah sebagai Tuhanku.”
Kemudian ia meremas-remas kedua buah dada isterinya sembari mengucapkan:

أَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ألِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Dilanjutkan mengecup kening isterinya besertaan mengucapkan :

يَالَطِيْفُ اَلله نُوْرُ عَلَى نُوْرٍ شَهِدَ النُّوْرَ عَلَى مَنْ يَشَاءُ
 “Wahai Dzat Yang Maha Halus, Cahaya Allah Di atas segala cahaya. Cahaya itu telah menerangi siapa saja yang dikehendakinya.”
Setelah itu suami memiringkan kepala isteri ke kiri sambil mencium dan meniup telinga sebelah kanan, dilanjutkan memiringkan kepala isteri ke kanan sambil mencium dan meniup telinga yang sebelah kiri. Keduanya dengan membaca:
فِىْ سَمْعِكِ الله سَمِيْعٌ

“Di dalam pendengaranmu, Allah Maha Mendengar.”
Sesudah itu ia mengecup kedua mata isterinya mulai dari mata sebelah kanankemudian mata sebelah kiri sambilmembaca do’a :
اَللّهُمَّ إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِيْنًا
”Ya Allah, sesungguhnya kami bukakan untukmu kemenangan yang nyata.”(QS. Al-Fath : 1)
 Selanjutnya suami mencium kedua pipi isteri dimulai pipi sebelah kanan kemudiansebelah kiri sambil membaca :
يَاكَرِيْمُ يَا رَحْمنُ يَا رَحِيْمُ  يَا اَللهُ
”Wahai Dzat Yang Maha Mulia,Wahai Dzat Yang Maha Pengasih, Wahai DzatYang Maha Penyayang. Ya Allah.”
Kemudian mengecup hidungnya sembari membaca :

فَرَوْحٌ وَرَيْحَانٌ وَّجَنَّةُ نَعِيْمٍ
”Maka dia memperoleh ketentraman dan rezeki serta surga kenikmatan.”(QS. Al-Waqi’ah : 89 )
Sesudah itu mengecup pundaknya sambil membaca :
يَارَحْمنَ الدُّنْيَا يَا رَحِيْمَ اْلأَخِرَةِ
“Wahai Dzat Yang Maha Pengasih di dunia, Wahai Dzat Yang MahaPenyayang di akhirat.”
Setelah itu mengecup lehernya beserta membaca :
اَللهُ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ

“Allah itu cahaya langit dan bumi.”
(QS. An-Nur : 35)
Selanjutnya mengecup dagunya dan berdo’a:

نُوْرُ حَبِيْبِ الإِيْمَانِ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ

“Cahaya kekasih seiman di antara hamba-hamba-Mu yangsaleh.”

Kemudian mengecup kedua telapak tanganya, dimulai sebelah kanan dan dilanjutkan sebelah kiri sambil membaca :
مَاكَذَبَ الْفُؤَادُ مَا رَأَى
“Hatinya tiada berdusta terhadap apa yang dilihatnya.” (QS. Anajm :11)
Berikutnya mengecup bagian diantara kedua payudara sembari membaca :
وَأَلْقَيْتُ عَلَيْكَ مَحَبَّةً مِنِّيْ
 “Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datangdaripada-Ku.”(QS. Thoha : 39)
Dan kemudian mengecup dadanya bagian kiri tepat pada hatinya besertaan mengucap :
يَاحَيُّ يَا قَيُّوْمُ
“Wahai Dzat Yang Maha Hidup, Wahai Dzat Yang berdiri pada dirinyasendiri
Lalu menyelam dalam kenikmatan jima’ sehingga mencapai puncak bersama.

SEMOGA BERMANFAAT


Tidak ada komentar:

Posting Komentar