Senin, 01 Juli 2019

TERJEMAHAN MATAN SULLAM AL-MUNAWRAQ MAKNA DAYAH ACEH (BAGIAN KEDUA /FASHAL JAWAZ ISYTIGHAL DAN FASHAL ANWA' ILMU HADIS)



فَصلٌ فِي جَوَازِ الاِشتِغَالِ بِهِ
(Bermula) ini (itu) Fashal pada boleh menyibukkan diri dengannya (ilmu mantiq)
15- وَالخُلـفُ فِي جَـوَازِ الاِشتِغَالِ *** بِــهِ عَـلَى ثَـلاَثَـةٍ, أَقــوَالِ
Dan (bermula) khilaf pada boleh menyibukkan diri dengannya (ilmu Mantiq) (itu) (tsabit) atas tiga (yaitu) pendapat-pendapat.
16- فَابنُ الصَّـلاَحِ وَالنَّوَاوِي حَرَّمَا *** وَقَـالَ قَـومٌ يَنبَـغِي أَن يُعـلَمَا
Maka (bermula) Ibnu Shalah dan Imam Nawawi (itu) mengharamkan (oleh) keduanya (Ibnu Shalah dan Imam Nawawi) dan berkata (lah) satu kaum “sepantasnya (lah) bahwa dipelajari (akan dia ilmu mantiq).
17- وَالقَـولَةُ المَشهُـورَةُ الصَّحِيحَه *** جَـوَازُهُ لِـكَامِـلِ القَـرِيحَـه
Dan (bermula) pendapat yang masyhur lagi yang sahih (itu) bolehnya (belajar ilmu mantiq) bagi orang yang sempurna akal.
18- مُمَـارِسِ السٌّـنَّةِ وَالكِتَـابِ *** لِيَـهتَدِي بِـهِ إِلَـى الصَّـوَابِ
yang mengkaji sunnah dan al-Qur’an supaya bahwa terpetunjuk ia (yang mengkaji sunnah dan al-qur’an) dengannya (ilmu mantiq) kepada kelurusan.

فَصلٌ فِي أنوَاعِ العِلمِ الحَادِثِ
(Bermula) ini (itu) fashal pada pembagian-pembagian ilmu yang hadis
19- إِدرَاكُ مُفـرَدٍ, تَصَـوٌّرًا عُـلِم *** وَدَركُ نِسـبَةٍ, بِتَـصدِيقٍ, وُسِـم
(bermula) mendapatkan (makna) mufrad (akan) tashawur (itu) dinamakan (akan dia mendapatkan makna mufrad) dan (bermula) mendapatkan (makna) nisbah (hubangan antar maudhu’ dan mahmul) dengan tashdiq (itu) dinamakan (akan dia mendapatkan nisbah).
20- وَقَـدِّمِ الأَوَّلَ عِنـدَ الوَضـعِ *** لِأَنَّــهُ مُقَــدَّمٌ بِـالطَّبــعِ
Dan dahulukan (olehmu) (akan) yang pertama ketika wadha’ (menyebut, menulis, belajar, mengajar) karena sesungguhnya (yang pertama) (itu) didahulukan (akan dia yang pertama) pada tabi’at (secara alamiah).
21- وَالنَّظَـرِي مَا احتَاجَ لِلتَّـأَمٌّلِ *** وَعَكسُـهُ هُـوَ الضَّرُورِيٌّ الجَلِي
Dan (bermula) (ilmu) nadhari (itu) barang (ilmu) yang memerlukan ia (barang) bagi berpikir dan (bermula) sebaliknya (nadhari) dianya (sebalik nadhari) (itu) ilmu dharuri yang terang ia (ilmu dharuri).
22- وَمَـا بِهِ إِلَى تَصَـوٌّرٍ, وُصِل *** يُدعَـى بِقَـولٍ, شَـارِحٍ, فَلتَبتَهِل
Dan (bermula) barang dengannya (barang) kepada tashawur yang disampaikan (akan dia seseorang) (itu) dinamakan (akan dia barang) dengan “Qaul syarih” maka sungguh-sungguhlah mencari.
23- وَمَـا لِتَصـدِيقٍ, بِهِ تُوُصِّـلاَ *** بِحُـجَّةٍ, يُعـرَفُ عِنـدَ العُقَـلاَ
Dan (bermula) barang, bagi tashdiq denganya (barang) yang disampaikan (akan dia seseorang) dengan hujjah (qiyas) (itu) dikenal (akan dia barang) di sisi orang-orang berakal.

SEMOGA BERMANFAAT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar