Kamis, 16 April 2015

Defenisi Isem, Fi’il dan Huruf

Hal pertama yang diperkenalkan dalam belajar ilmu nahwu adalah “al-Kalam”. Kalam dalam istilah nahwu adalah gabungan kata (al-Kalimah) yang melahirkan hukum. Bagian-bagian (ajzak) dari kalam adalah al-Kalimah. Kalimat dalam bahasa Arab ada tiga yaitu Isem, Fi’il dan Huruf yang punya makna.
        Dalam kitab-kitab nahwu untuk pemula seperti al-Jurumiyah tidak diperkenalkan ta’rif atau defenisi dari isem, fi’il dan huruf tapi langsung memperkenalkan tanda-tandanya sehingga sebagian penuntut ilmu tidak mengetahui ta’rif atau defenisi dari masing-masing kalimat tersebut.
        Dalam kitab-kitab nawhu yang uraiannya lebih luas disebutkan bahwa defenisi masing-masing kalimat itu adalah:
1.   Isem adalah kalimat yang menunjukkan kepada makna yang jelas tanpa membutuhkan kalimat lain di depannya dan tidak disertai dengan zaman.
Contoh:
خالد dan َفرَسٍ
Kata “Khalid” dan “Faras” menunjukkan kepada makna yang jelas tanpa harus ada kalimat lain didepannya. Inilah yang dimaksud dengan “Dalla alaa ma’na finafsih”

2.   Fi’il adalah kalimat yang menunjukkan kepada makna yang jelas tanpa membutuhkan kalimat lain di depannya dan disertai dengan salah satu zaman yang tiga (Madhi, hal dan istikbal).
Contoh:
جاءَ - يَجيءُ
Kata “Jaa-a” dan “Yaji-u” menunjukkan kepada makna yang jelas tanpa harus ada kalimat lain di depannya. Yang membedakan isem dari fi’il adalah, fi’il menunjukkan kepada masa sedangkan isim tidak.

3.   Huruf adalah kalimat yang menunjukkan kepada makna yang jelas dengan ada kalimat lain di depannya.
Contoh:
في – على
Kata “Fii” dan “Alaa” maknanya jelas sebelum ada kalimat lain didepannya kerena dalam dan di atas itu masih masih mubham, baru jelas maksudnya setelah ada kata lain didepannya misalnya dalam rumah dll.

Lihat:
Mustafa al-Ghalayiini, Jami’ ad-Duruus al-Arabiyah, (Bairut: Maktabah al-Ashriyah, 1993), juz, 1, hal. 9 -12
الاسمُ ما دلَّ على معنىً في نفسه غير مُقترِنٍ بزمان كخالد وَفرَسٍ وعُصفورٍ ودارٍ وحنطةٍ وماء.
الفعل ما دلّ على معنىً فى نَفْسه مُقترِن بزمانٍ كجاءَ ويَجيءُ وجيءَ.
الحرفُ ما دلّ على معنىً في غيره، مثلُ "هَلْ وفي ولم وعلى وإنَّ ومِنْ"
“Isem adalah kalimat yang menunjukkan atas makna pada dirinya sendiri tanpa disertai dengan zaman seperti Khalid, faras, usfuur, daar, hinthah dan ma-‘.”

“Fi’il adalah kalimat yang menunjukkan atas makna pada dirinya sendiri dengan disertai zaman seperti ja-a, yaji-u dan jii-a.”


“Huruf adalah kalimat yang menunjukkan atas makna pada lainnya seperti hal, fii, lam, alaa, inna dan min.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar