Jumat, 01 Mei 2015

MEMAHAMI ASHAL MASALAH FARAIDH DENGAN MUDAH


Hasyiyah I’anah at-Thalibiin, juz, 3. Hal. 279.
وحاصل الكلام على ذلك أنه إذا كان في المسألة فرضان فأكثر أي عددان فأكثر، فإما أن يكون بينهما تماثل أو تدخل أو توافق أو تباين، فأما التماثل، فبأن يكون عدد أحد المتماثلين مثل
عدد الآخر، وأما التداخل، فبأن يفنى الأكثر بالأقل مرتين فأكثر كثلاثة مع ستة أو تسعة، وأما التوافق، فبأن يكون بين العددين توافق في جزء من الأجزاء، وأما التباين، فبأن لا يحصل توافق بينهما في جزء من الأجزاء.
ثم إن الحكم في المتماثلين أن تأخذ أحدهما وتكتفي به عن الآخر، وفي المتداخلين أن تأخذ العدد الأكبر، وفي المتوافقين أن تضرب وفق أحدهما في كامل الآخر، وفي المتباينين أن تضرب أحدهما كاملا في الآخر كذلك.

Salah satu hal yang sering membuat bingung dalam mempelajari ilmu faraidh adalah memahami istilah Tamaatsul, Tadaakhul, Tawaafu’ dan Tabaayun.

1.      Tamaasul:
Penyebutnya sama (misalnya 1/2 dan 1/2).
Asal masalhnya adalah diambil salah satu dari penyebut (dalam masalah di atas adalah 2).
Asal masalah = 2
Contoh:
Suami : 1/2 x 2 = 1
Ukhti  : 1/2 x 2 = 1
                               2

2.      Tadaakhul:
Penyebut yang paling besar bisa habis bila dikurangi dengan penyebut yang terkecil (Misalnya 1/3 dan 1/6), angka enam bila dikurangi tiga akan habis setalah dua kali pengurangan (6-3-3=0).
Asal masalahnya adalah diambil penyebut yang paling besar (dalam kasus di atas adalah 6).
Asal masalah = 6
Contoh:
Ibu                              : 1/6 x 6           = 1
2 Saudar Seibu        : 1/3 x 6           = 2
Akh Syaqiq              : ‘Ashabah     = 3
                                                            = 6

3.      Tawaafu’:
Penyebut terbesar tidak bisa habis bila dikurangi dengan penyebut terkecil tapi ada angka lain yang bisa menghabiskan penyebut terbesar dan penyebut terkecil (misalnya 1/6 dan 1/8), angka 8 tidak bisa habis bila dikurangi dengan 6, tapi ada angka lain yang bisa menghabiskan angka 6 dan 8 yaitu 2 (8-2-2-2-2=0  / 6-2-2-2=0).
Asal masalahnya adalah setangah salah satu dikalikan dengan sempurna yang lain (dalam kasus di atas adalah 4x6 atau 3x8 = 24).
Asal masalah = 24.
Contoh :
Ibu      : 1/6 x 24         = 4
Istri     : 1/8 x 24         = 3
Ibn      : ‘Ashabah     = 17
                                       24

4.      Tabaayun:
Penyebut terbesar tidak bisa habis bila dikurangi dengan penyebut terkecil dan tidak ada angka lain selain 1 yang bisa menghabiskan penyebut terbesar dan penyebut terkecil (misalnya 1/3 dan 1/4). Angka 4 tidak bisa habis bila dikurangi dengan angka 3 karena akan menyisakan angka 1 (4-3=2) dan tidak ada angka lain selain 1 yang bisa menghabiskan 4 dan tiga.
Asal masalahnya adalah sempurna salah satu dikalikan dengan sempurna yang lain (dalam kasus di atas adalah 4x3 atau 3x4= 12).
Asal masalah = 12
Contoh          :
Ibu                  : 1/3 x 12     = 4
Istri                 : 1/4 x 12     = 3
Akh Syaqiq  : ‘Ashabah = 5
                                              12
Cara Praktis mencari Ashal masalah adalah mencari angka yang yang bisa dibagi dengan semua penyebut:
Contoh:
1/4  dan 1/3 = 12 Karena 12 habis bila dibagi dengan 3 dan habis bila dibagi dengan 4 (12 : 3 = 4 dan 12 : 4 =3).

 Oleh. Abi Sulthan, Tgk. Taufiq Yacob, S.Pd.I.

Wallahu A’lam bi as-Shawab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar