Kamis, 19 Oktober 2017

PENGERTIAN DAN PEMBAGIAN DILALAH

   A.    Pengertian Dilalah
Dilalah adalah menghasilkan pengetahuan melalui sebuah media. Ketika kita membaca tulisan “Jembatan Rusak” hasillah pengetahuan bahwa di sana ada sebuah jembatan yang mengalami kerusakan. Pengetahuan tentang adanya jembatan yang rusak adalah pengetahuan (disebut dengan madlul) dan tulisan “Jembatan Rusak” adalah media (disebut dengan dall). Sedangkan hasilnya pengetahuan dari tulisan itulah yang disebut dengan DILALAH.

    B.     Pembagian Dilalah
1.      Dilalah Lafdhiyah
Dilalah lafdhiyah adalah dilalah dengan media lafadh. Contohnya: lafadh “Garam” menunjukkan kepada sejenis benda dengan rasa asin.
Dilalah lafdhiyah terbagi tiga, yaitu:
a.       Dilalalah lafdhiyah wadh’iyah
·         Pemahaman dari sebuah lafadh berdasarkan makna lafadh. Misalnya: lafadh “Bintang” menunjukkan kepada benda angkasa yang berkelap kelip.
b.      Dilalah lafdhiyah aqliyah
·         Pemahaman dari sebuah lafadh berdasarkan pertimbangan akal. Misalnya: lafadh “Tuhan” menunjukkan kepada zat yang tidak bertempat.
c.       Dilalah lafhdiyah tab’iyyah
·         Pemahaman dari sebuah lafadh berdasarkan tabi’at. Misalnya suara rintihan menunjukkan pemiliknya sedang merasa sakit.
2.      Dilalah Ghairu Lafdhiyah
Dilalah ghairu lafdhiyah adalah dilalah dengan media bukan lafadh. Misalnya keluar darah menunjukkan adanya kulit yang terluka.
Dilalah ghairu lafdhiyah terbagi tiga, yaitu:
a.       Dilalah ghairu lafdhiyah wadh’iyyah
·         Pemahaman media bukan berbentuk lafadh berdasarkan ketentuan yang telah ditentukan. Seperti tunjukan rambu jalan menurut simbolnya.
b.      Dilalah ghairu lafdhiyah aqliyah
·         Pemahaman media bukan berberntuk lafadh berdasarkan pertimbangan akal. Misalnya: Puntung rokok menunjukkan ada orang yang menghisap rokok.
c.       Dilalah ghairu lafdhiyah tab’iyyah
·         Pemahaman dari media bukan berbentuk lafadh berdasarkan pertimbangan tabi’at. Seperti menggaruk menunjukkan adanya rasa gatal.

KESIMPULAN
Dilalah adalah menghasilkan pengetahuan melalui sebuah media.
Dilalah tebagi dua:
1.      Lafdhiyah
2.      Ghairu lafdhiyah
Masing-masing terbagi kepada tiga:
1.      Wadh’iyah
2.      Aqliayah
3.      Tab’iyyah
Maka jumlah semua dilalah ada enam:
1.      Dilalah lafdhiyah wadh’iyyah
2.      Dilalah lafdhiyah aqliyah
3.      Dillah lafdhiyah tab’iyyah
4.      Dillalah ghairu lafdhiyah wadh’iyah
5.      Dilalah ghairu lafdhiyah aqliyah
6.      Dilalah ghairu lafdhiyah tab’iyyah


Lihat Idhah al-Mubham, hal. 6.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar