Jumat, 01 Desember 2017

TERJEMAHAN DAN I’RAB KITAB AWAMEL VERSI DAYAH ACEH (BAGIAN 4)




BAHAGIAN (NA’U) KEDUA


وَ النَّوْعُ الثَّانِى : حُرُوْفٌ تَنْصِبُ الْاِسْمَ وَ تَرْفَعُ الْخَبَرَ وَ هِيَ سِتَّةُ أَحْرُفٍ
Terjemahan :
            Dan bermula bagian yang kedua itu beberapa huruf  yang menashab ia beberapa huruf akan isem dan Merafa’  ia beberapa huruf akan khabar. Dan bermula dianya huruf-huruf yang menashab isem dan merafa’ khabar itu enam segala huruf.

I’rab :
وَ          : Huruf Isti'naf
النَّوْعُ    : Mubtada’. Hukum mubtada’ marfu’. Alamat rafa’ dhammah yang dhahir pada akhirnya, karena isem mufrad. Hukum isem mufrad dirafa’ dengan dhammah, dinashab dengan fatah dan dijar dengan kasrah.
النَّوْعُ    : Maushuf.
 الثَّانِى   : Disifatkan kepada AN-NAW’U. Hukum sifat mengikuti mausuf, disifat kepada yang marfu’, marfu’. Alamat rafa’ dhammah yang ditakdirkan di atas YAA, karena isem mangqus. Hukum isem mangqus dirafa’ dengan takdir, dinashab dengan fatah dan dijar dengan takdir.
حُرُوْفٌ  : Khabar mubtada’. Hukum khabar mubtada marfu’. Alamat rafa’ dhammah yang dhahir pada akhirnya, karena jama’ taksir. Hukum jamak taksir dirafa’ dengan dhammah, dinashab dengan fatah dan dijar dengan kasrah.
 تَنْصِبُ : Fi’il mudhari’ ma’ruf yang muta’addi dan marfu’ karena sunyi dari pada amil naashib dan amil jaazim. Alamat rafa’ dhammah yang dhahir pada akhirnya. Karena fi’il mudhari’ shahih akhir. Hukum fi’il mudhari’ shahih akhir dirafa’ dengan dhammah, dinashab dengan fatah dan dijazam dengan sukun. Tugas fi’il ma’ruf yang muta’addi merafa’ fa-il dan menashab maf’ul. Fa-ilnya dhamer yang ada didalamnya. Takdirnya HIA.

الإِسْمَ    : Maf’ul. Hukum maf’ul manshub. Alamat nashab fatah yang dhahir pada akhirnyan, karena isem mufrad. Hukum isem mufrad dirafa’ dengan dhammah, dinashab dengan fatah dan dijar dengan kasrah.
وَ          : Huruf athaf
تَرْفَعُ     : diathafkan kepada TARFA’U. hukum athaf mengikuti ma’thuf alaih. Diathaf kepada yang marfu’ marfu’. Alamat rafa’ dhammah yang dhahir pada akhirnya, karena fi’il mudhari’ shahih akhir. Hukum fi’il mudhari’ shahih akhir dirafa’ dengan dhammah, dinashab dengan fatah dan dijazam dengan sukun.
تَرْفَعُ    : Fi’il mudhari’ ma’ruf yang muta’addi dan marfu’ karena diathaf kepada fi’il marfu’. Tugas fi’il ma’ruf yang muta’addi merafa’ fa-il dan menashab maf’ul. Fa-ilnya dhamer yang ada didalamnya. Takdirnya HIA.
الْخَبَرَ    : Maf’ul. Hukum maf’ul manshub. Alamat nashab fatah yang dhahir pada akhirnyan, karena isem mufrad. Hukum isem mufrad dirafa’ dengan dhammah, dinashab dengan fatah dan dijar dengan kasrah.
وَ          : Huruf isti’naf.
هِيَ      : Isem dhamer mufradah ghaibah. Dibina atas fatah pada mahal rafa’, mubtada’.
سِتَّةُ     : Khabar mubtada’. Hukum khabar mubtada marfu’. Alamat rafa’ dhammah yang dhahir pada akhirnya, karena isem mufrad. Hukum isem mufrad dirafa’ dengan dhammah, dinashab dengan fatah dan dijar dengan kasrah.
سِتَّةُ       : Mudhaf
اَحْرُوْفٍ  : Mudhaf  Ilaih. Hukum mudhaf ilaih majrur dengan mudhaf. Alamat jar kasrah    yang dhahir pada akhirnya. Karena jamak taksir. Hukum jama’ taksir dirafa’ dengan dhammah, dinashab dengan fatah dan dijar dengan kasrah.

إِنَّ وَ أَنَّ وَ كَأَنَّ وَ لَكِنَّ وَ لَيْتَ وَ لَعَلَّ
Terjemahan :
            (Mana-mana enam?) :  إِنَّ  (sesungguhnya) dan أَنَّ  (sesungguhnya) dan كَأَنَّ (seolah-olah) dan لَيْتَ  (mudah-mudahan) dan لَعَلَ (mudah-mudahan).

I’rab :
سِتَّةُ       : Mubdal minhu.

إِنَّ  -   لَعَلَّ : Isem ‘ALAA SABILIL HIKAYAH. Dibina atas MAA KAANA ‘ALAIHI pada mahal rafa’ dibadal kepada SITTATU.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar