Jumat, 26 Januari 2018

HUKUM DAN KAFARAH BERMESRAAN DENGAN ISTRI SEDANG HAIDH

        
Wanita yang sedang menstruasi (haidh) dilarang untuk didekati dengan konotasi istimta’ (bermesraan). Lalu apa hukum dan kafarahnya bermesraan dengan istri yang sedang mestruasi?.

A.  HUKUM
1.   Murtad
Bersetubuh dengan istri yang sedang haidh padahal ia tahu hukumnya haram dan ia menghalalkannya itu menyebabkan orang tersebut murtad (keluar dari Islam).
2.   Dosa Besar
Dosa besar bersetubuh dengan istri yang berhaidh bila tidak menghalalkannya.
3.   Haram
a.   Menyentuh tanpa lapik dalam batas antara pusat dan lutut
b.   Menyentuh dengan dengan berlapik bila disertai syahwat dalam batas antara pusat dan lutut.

4.   Boleh
a.   Bermesraan pada selain di antara pusat dan lutut
b.   Bermesraan pada pusat
c.   Bermesraan pada pada lutut
d.   Menyentuh dalam batas di antara pusat dan lutut dengan berlapik tanpa syahwat
e.   Melihat dengan syahwat dalam batas antara pusat dan lutut.

B.  KAFARAH
1.   Orang yang bersetubuh dengan istrinya yang sedang menstruasi wajib bertaubat kepada Allah dengan segera dengan menyesali perbuatannya, berjanji tidak akan mengulanginya lagi dan meminta ampun kepada Allah. Swt.
2.   Orang yang bersetubuh dengan istrinya yang sedang berhaidh di awal masa haidh atau keluar darahnya kuat sunat bersedekah dengan satu miskal emas murni (sekitar 4.5 gram).
3.   Orang yang bersetubuh dengan istrinya yang sedang berhaidh di awal akhir haidh atau keluar darahnya lemah sunat bersedekah dengan setengah miskal emas murni.

Wallahu a’lam bii as-Shawab


Lihat Mughni al-Muhtaj, juz, 1. Hal. 17

Tidak ada komentar:

Posting Komentar