Rabu, 10 Juni 2020

TIGA TINGKATAN KASYAF

Kasyaf atau mukasyafah adalah suasana ruhani seorang sufi ketika hatinya bening sebab riadhah sehingga terkuaklah hijab dan menampakkan keajaiban hakiki di alam ghaib. Sufi yang telah sampai pada maqam ini bisa mengetahui rahasia-rahasia tersembunyi diluar batas logika dan pengetahuan manusia bisa sehingga mereka bisa mendeteksi sesuatu yang tidak bisa didetesksi oleh media detektor super canggih sekalipun. Khasyaf ini memiliki tiga maratib (tingkatan) sebagaiman dijelaskan dalam Hasyiyah Al-Bujairimi Alaa Al-Khatib: 1. Al-Muhadharah Muhadharah adalah hadhirnya hati ketika adanya dalil. Mukhasyafah tingkatan ini bagaikan penglihatan ketika seseorang tertidur atau laksana penglihatan orang yang duduk di ambang pintu seorang raja. 2. Al-Mukasyafah Mukasyafah adalah ketika perjalanan seorang hamba telah sampai kepada Allah. Swt sehingga ia tidak lagi memerlukan media tidak tidak membutuhkan dalil. Mukasyafah Sufi pada tingkatan ini bagaikan penglihatan seseorang di antara sadar dan tidak sadar atau laksana orang yang melihat raja ketika telah berada dalam ruangannya. 3. Al-Musyahadah Musyahadah adalah terbentangnya cahaya tajalli di dalam hati yang tidak pernah hilang dan tidak pernah terputus. Mukasyafah tingkatan ini bagaikan melihat dalam kesadaran penuh atau melihat sesuatu secara dekat tanpa penghalang sedikitpun. 

Lihat Hasyiyah Al-Bujairimi Ala Al-Khatib, juz. 1, 9.
 الْمُكَاشَفَاتِ ثَلَاثَ مَرَاتِبَ: الْمُحَاضَرَةُ وَهِيَ حُضُورُ الْقَلْبِ عِنْدَ الدَّلَائِلِ، ثُمَّ الْمُكَاشَفَةُ وَهِيَ أَنْ يَصِيرَ الْعَبْدُ فِي سَيْرِهِ إلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ غَيْرَ مُحْتَاجٍ إلَى طَلَبِ السَّبِيلِ وَتَأَمُّلِ الدَّلِيلِ، ثُمَّ الْمُشَاهَدَةُ وَهِيَ عِبَارَةٌ عَنْ تَوَالِي الْأَنْوَارِ مِنْ التَّجَلِّي عَلَى قَلْبِ الْعَبْدِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَتَخَلَّلَهَا انْقِطَاعٌ، فَالْمُحَاضَرَةُ كَرُؤْيَةِ الشَّيْءِ فِي النَّوْمِ وَالْمُكَاشَفَةُ كَرُؤْيَةِ الشَّيْءِ بَيْنَ النَّوْمِ وَالْيَقَظَةِ، وَالْمُشَاهَدَةُ كَرُؤْيَةِ الشَّيْءِ فِي الْيَقَظَةِ، وَمِثَالٌ ثَانٍ وَهُوَ أَنَّ الْمُحَاضَرَةَ تُشْبِهُ الْجُلُوسَ عَلَى عَتَبَةِ بَابِ الْمَلِكِ مِنْ وَرَاءِ الْبَابِ وَالْمُكَاشَفَةُ تُشْبِهُ الدُّخُولَ فِي دَارِ الْمَلِكِ وَالْمُشَاهَدَةُ تُشْبِهُ الْوُقُوفَ فِي الْمَوْضِعِ الَّذِي لَا يَكُونُ بَيْنَك وَبَيْنَ مَطْلُوبِك فِيهِ حِجَابٌ اهـ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar